Desa Kebunagung Sumenep Jadi Desa Mandiri, Padukan Wisata Sejarah, Alam, dan Ekonomi Kerakyatan
- Yudie -
- 25 Jul, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep, terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu desa percontohan di Kabupaten Sumenep. Berhasil memadukan potensi sejarah, wisata alam, serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pelaku UMKM, desa ini resmi menyandang status Desa Mandiri dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) RI.
Status tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Desa Kebunagung dalam menghadirkan berbagai inovasi pembangunan, tata kelola anggaran, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Desa Kebunagung, Bustanul Affa, mengatakan desanya selama ini dikenal sebagai lokasi Kompleks Asta Tinggi. Namun di balik popularitas kawasan tersebut, Kebunagung juga menyimpan kekayaan sejarah yang menjadi bagian penting perjalanan Kabupaten Sumenep.
"Desa Kebunagung memiliki jejak sejarah yang sangat kuat. Di sini terdapat makam tokoh-tokoh penting seperti Asta Tumenggung Yudanegara, Asta Kangjeng Kiai Adipati Semarang atau Suroadimenggolo V yang merupakan mertua Sultan Pakunataningrat, serta sejumlah makam ulama dan pejabat kadipaten pada masa lalu," ujar Bustanul Affa kepada Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep, Jumat (24/7/2026).
Selain destinasi wisata religi dan sejarah, Kebunagung juga memiliki potensi wisata alam yang terus dikembangkan. Salah satunya adalah Goa Jeruk yang dipercaya sebagai lokasi pertapaan Raja Sumenep, Sultan Abdurrahman.
Pemerintah desa bersama masyarakat juga membuka berbagai destinasi berbasis alam untuk menarik wisatawan. Kawasan Lembung Konyek, misalnya, kini dikembangkan sebagai lokasi river tubing dan wahana air yang memanfaatkan aliran sungai setempat.
Tak hanya itu, sejumlah fasilitas pendukung wisata seperti area outbound, bumi perkemahan, jembatan gantung, hingga kawasan bersantai dengan panorama alam turut dibangun guna memperkuat daya tarik desa.
Menurut Bustanul Affa, pengembangan sektor pariwisata dibarengi dengan strategi memperkuat ekonomi masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Ia menjelaskan, BUMDes Kebunagung terus mengembangkan berbagai unit usaha produktif, salah satunya peternakan ayam petelur yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadi sumber pendapatan desa.
Sementara itu, sektor UMKM didorong melalui pembangunan kawasan food court dan penyediaan lapak usaha bagi masyarakat di setiap RT yang berada di sekitar kawasan wisata. Langkah tersebut memberi ruang bagi warga untuk memasarkan aneka kuliner khas maupun produk kerajinan lokal.
"Kami terus berbenah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, karang taruna, hingga kelompok perempuan. Pengembangan desa wisata dan penguatan BUMDes kami rancang bersama agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," jelasnya.
Keberhasilan Desa Kebunagung menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada Dana Desa, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pengelolaan potensi lokal, inovasi, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Dengan mengintegrasikan warisan sejarah, kekayaan alam, dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat, Desa Kebunagung kini menjadi salah satu contoh nyata desa mandiri di Kabupaten Sumenep yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah daerah.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


